Ustad, nabi bersabda "bararangsiapa menyerupai suatu kaum,maka dia akan menjadi bagian dari kaum itu" (mohon dibetulkan kalo salah).
1. Apa yg dimaksud dg tasyabuh? apa memakai jas, topi natal termasuk tasyabuh?
2. Apa orang yg menyerupai orang kafir otomatis jadi kafir menurut hadist diatas? Mohon penjelasan.trima kasih
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
tyo
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang dikatakan sebagai 'menyerupai orang kafir' tentu tidak asal serupa. Tidak mentang-mentang ada sedikit kemiripan pada hal tertentu, lantas seorang muslim tiba-tiba dianggap jadi kafir.
Kita ambil perumpamaan sederhana. Orang non muslim di negeri kita ini makan nasi. Dan umat Islam di Indonesia juga makan nasi. Tentu tidak bisa dikatakan bahwa umat Islam telah salah karena telah menyerupai tindakan orang kafir, yaitu makan nasi. Masak sih hanya gara-gara memakan makanan yang sama dengan makanan yang kebetulan dimakan orang kafir, seorang muslim harus divonis menjadi kafir juga.
Kita ambil contoh lain. Kebanyakan orang Jepang bukan muslim. Kalau orang Jepang makan shushi, makanan yang sudah jadi ciri khas mereka, lalu ada umat Islam makan shushi juga, tentu tidak bisa dikatakan orang Islam itu sudah kafir, gara-gara makan meniru orang Jepang yang kafir. Walau pun umumnya orang Jepang bukan pemeluk agama Islam, namun shushi tidak bisa diidentikkan dengan makanan orang kafir.
Jadi ada wilayah yang merupakan batas teritori dari kekafiran, dimana suatu tindakan atau sikap memang hanya dimiliki oleh orang kafir itu secara unik. Tindakan itu bukan merupakan tindakan yang menjadi milik publik, namun orang kafir ikut share melakukannya.
Jas : Pakaian Khas Orang Kafir?
Sebenarnya jas yang umum dipakai laki-laki baik untuk pesta atau peremuan resmi, bukan pakaian khas agama tertentu. Sehingga tidak tepat kalau dikatakan bahwa jas adalah pakaian orang kafir. Yang sesungguhnya, jas adalah pakaian yang asalnya khas dikenakan oleh orang-orang di Eropa.
Tapi kalau jas merah yang dikenakan oleh Sinterklas, meski asalnya hanya model iklan Cocacola, namun sudah lazim dianggap bagian dari khas atribut natal. Maka saya memandang seorang muslim tidak dibenarkan mengenakannya, kalau dia tahu duduk masalahnya.
Topi Natal
Namanya saja sudah 'topi natal'. Kalau disebut kata itu, yang terbetik di benak kita adalah atribut yang dikenakan dalam suasana natal. Walau pun mungkin tidak ada hubungan sama sekali antara kelahiran Isa alaihissalam dengan topi natal, namun karena topi itu sudah identik dengan perayaan dan suasana natal, maka secara umum bisa kita katakan bahwa topi natal itu memang khas busana atau atribut agama Kristiani.
Dalam pandangan saya, seorang muslim tidak dibenarkan secara sadar dan sengaja mengenakan topi natal. Karena termasuk tindakan tasyabbuh bil kuffar, atau menyerupai ciri khas agama tertentu, yaitu Kristen.
Sayangnya, sering kali sebuah perusahaan mengharuskan sebagain karyawannya mengenakan topi khas agama Kristen ini, meskipun para direksinya tahu bahwa para karyawan itu beragama Islam.
Saya sangat menyayangkan hal ini. Meski tidak ada kaitannya dengan aqidah dan kepercayaan, tetapi sulit dipungkiri bahwa topi natal itu memang khas atribut agama Kristen. Dan buat seorang muslim, haram hukumnya menyerupai atribut khas agama lain.
Lambang Salib
Dalam pandangan saya, tindakan lain yang juga khas dimilik oleh umat Kristiani misalnya memakai lambang salib, baik sebagai hiasan rumah maupun kalung yang dikenakan di leher. Mereka juga terbiasa menghias rumah dengan pohon natal. Kalau ada umat Islam yang secara sadar dan sengaja mengenakan kalung salib khas umat Kristiani, maka tindakan ini dilarang serta haram dikerjakan. Karena lambang salib itu memang khas identitas umat Kristiani.
Palang Merah
Tapi ketika sebuah lambang tertentu tidak terlalu kentara, misalnya lambang milik Palang Merah Indonesia (PMI). Kalau kita mau usut sampai ke asal sejarahnya, banyak para ahli yang menyatakan bahwa lambang palang merah itu berasal dari kayu salib. Konon pasukan Kristen dalam perang salib diperkuat dengan barisan dokter dan perawat yang memakai lambang salib di baju mereka.
Tetapi lambang ini kemudian mengalami generalisasi, sehingga kesan salibnya mulai pudar, walau masih tetap sulit ditepis. Saya memandang ketika ada seorang muslim menjadi anggota PMI, dan kebetulan seragamnya berlambang mirip salib, dia tidak dalam keadaan sengaja dan sadar mengenakan atribut khas umat Kristiani.
Meski kalau boleh usul, sebaiknya PMI yang nota bene punya banyak anggota yang beragama Islam, sebaiknya melakukan koreksi atas lambangnya, lantaran asal muasalnya memang dari syiar umat Kristiani.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
19.03
Eddarius Blogger


0 komentar:
Posting Komentar